by

Demo, Aktivis GMNI Nilai Kejari Linggau “Bedel Boloh”

LINGGAUMETROPOLIS.COM–Bertepatan dengan Hari Bhakti Adhiyaksa dan Hari Ulang Tahun (HUT) Adiyaksa Dharmakarini, Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau, menggelar demo di halaman kantor Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau, Senin (22/7/2019).

Aksi tersebut menuntut Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau melakukan percepatan penanganan kasus-kasus “jumbo” di wilayah Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Musirawas Utara (MLM). Aksi tersebut juga menuntut Kejari agar tanpa pandang bulu menegakkan supremasi hukum bagi setiap warga negara.

“Kami sangat mengharapkan penegakkan hukum di wilayah MLM khususnya yang ditangani oleh Kejari jangan seperti “bedel boloh” kuat suaranya, namun efeknya tidak ada. Apalagi kasus-kasus besar yang saat ini ditangani oleh Kejari seolah diulur-ulur dan tanpa ada kepastian,” ungkap Rike Dwi Putra, Ketua GMNI Kota Lubuklinggau, .

Rike mengatakan, ada beberapa kasus yang menjadi perhatian pihaknya. Seperti misalnya kasus dugaan korupsi lelang jabatan wilayah Kabupaten Muratara yang dilaksanakan di Hotel 929 pada tahun 2017 lalu dengan anggaran lelang sebesar Rp 900 juta dan Kasus Humas Muratara terkait dugaan penyimpangan aliran dana publikasi sebesar Rp1,2 Milyar pada APBD induk 2016 dan Rp 2,1 milyar pada APBD perubahan 2016, serta yang terbaru adalah menuntut kejaksaan untuk menindaklanjuti problematika di tengah-tengah lingkungan masyarakat dan aktivis terkait “bongkar pasang” proyek pembangunan gedung Pemkot Lubuklinggau.

“Pada HUT Adhyaksa ini kami meminta agar Kejaksaan benar-benar dapat menunjukkan keprofesionalannya selaku penegak hukum, hukum jangan dibuat tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” tambah Rike.

Para demonstran di sambut langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Lubuklinggau, Ritonga. Dalam penjelasannya ia meminta mahasiswa dan masyarakat untuk bersabar karena semuanya masih dalam proses pemeriksaan.

“Terimakasih kepada mahasiswa dan masyarakat yang telah mengingatkan kami, namun kami mohon untuk bersabar karena saat ini semuanya masih dalam tahap pemeriksaan. Kita tidak bisa gegabah dan terburu-buru karena nanti justru akan ada mata rantai yang hilang,” ujar Ritonga kepada para demonstran.

Dirinya juga memaparkan jika pada HUT Adhyaksa ini pihaknya telah meningkatkan status salah satu kasus dari penyelidikan ke penyidikan.

“Itu sebagai tanda bahwa Kejaksaan serius, dan dalam waktu dekat akan ada nama yang menjadi tersangka,” ungkapnya.

Aksi damai itu sendiri dimulai dari titik kumpul di Masjid Agung As-Salam kemudian Long March menuju Polres Lubuklinggau hingga berakhir di Halaman Kejari Lubuklinggau. Aksi damai berlangsung tertib, para demonstran membubarkan diri sekira Pukul 15.00 WIB. Namun para peserta aksi damai mengaku kecewa karena tidak bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri.

“Kecewa karena Kajari tidak mau menemui kami, alasannya dinas luar. Untuk itu kami janjikan akan menggelar aksi lanjutan sampai bertemu dengan Kajari,” tutup Rike.

Reporter : Fradez Cikyansori

Comment

News Feed