by

Kemarau,Napi Lapas Lubuklinggau Hanya Mandi Dengan Air Sebotol

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, krisis air bersih makin parah. Diperparah aliran PDAM Kota Lubuklinggau saat ini  mulai tersendat-sendat mengalir ke rumah warga.

Termasuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lubuklinggau distribusi air bersih di dalam Lapas mulai terganggu. Dampakanya ratusan napi di dalam Lapas jarang mandi.

Berdasarkan informasi dihimpun saat ini warga binaan dalam Lapas tersebut sudah dua hari tidak mandi, karena layanan PDAM yang selama ini menjadi tumpuan mereka tak mengalir lagi.

Namun Kalapas Kelas II Lubuklinggau, Imam Purwanto membantah, jika warga binaan di dalam Lapas yang ia pimpin sudah dua hari tak mandi karena kerisis air bersih.

“Selama ini Lapas selalu mengandalkan dua sumber air, pertama sumber dari PDAM Tirta Bukit Sulap dan kedua sumur bor dibelakang kantor Lapas,” kata Imam pada wartawan, Kamis (16/8/2019).

Ia pun mengakui, jika saat ini layanan PDAM sedang tak mengalir. Namun kadang masih hidup walaupun airnya
keruh. Hal itu menurutnya sesuai dengan kondisi sungai Kasie saat ini.

Untuk sekarang Lapas mengandalkan sumur bor. Namun apabila mau disamakan antara PDAM dan Sumur Bor tidak bisa. Bila menggunakan PDAM, air akan langsung mengalir ke kamar-kamar warga binaan.

“Kalau sumur bor ini mereka mengangkut dari luar, masing kamar jatahnya 5-6 ember setiap hari. Kalau untuk mandi masih bisa, namun secukupnya mereka saja ,seperti mandi hanya menggunakan sebotol air” paparnya.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan pokok bagi para warga binaan sama halnya dengan makan dan listrik. Apabila itu terganggu maka secara otomatis akan terjadi keributan.

“Jumlah warga binaan di Lapas saat ini 911 orang dan besok Sabtu (17/8) 623 wargaan kita usulkan mendapatkam remisi, 13 diantaranya kita usulkan untuk remisi bebas,” ujarnya. (TopMediaGroup)

Comment

News Feed