by

Obat dan Kosmetik Ilegal Marak Beredar, Warga Diminta Waspada

LINGGAUMETROPOLIS.COM–Mewaspadai maraknya peredaran obat dan komestik ilegal yang membahayakan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Mura, Hj Mifta Hulummi melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan, Nasrul Bayumi dikutip dari www.mureks.id mengatakan, 2019 ini sosialisasi dilakukan di empat kecamatan, yakni Muara Lakitan, Muara Kelinggi, Sumber Harta dan Kecamatan Megang Sakti. Namun program ini berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya.

“Tujuan sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat akan produk baik obat maupun kosmetik yang tidak memiliki izin edar. Kami harap masyarakat paham dan lebih berhati-hati saat membeli obat maupun kosmetik,” kata Nasrul.

Ia menambahkan, sasaran utama dalam kegiatan ini yakni masyarakat yang mendistribusikan obat maupun kosmetik di wilayah Kabupaten Mura, serta tokoh masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan Tim Pengerak PKK desa dan keluarahan.

“Kami harap peserta sosialisasi bisa menyebarluaskan informasi ke masyarakat yang lainnya. Selain memberikan pemahaman kepada masyarakat, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat. Jangan sampai bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan ke masyarakat,” tegas dia.

Kendati begitu, Nasrul mengaku belum pernah menemukan atau menerima laporan terkait dengan masyarakat yang terdampak dari obat maupun kosmetik ilegal. Kegiatan sosialisasi merupakan langkah dini untuk mengantisipasi peredaran obat dan kosmetik ilegal.

“Untuk membedakan mana obat dan kosmetik ilegal dan legal, masyarakat dalam melihatnya ada atau tidaknya nomor registrasi. Baik secara langsung maupun melalui aplikasi Cek BPOP. Nanti disana akan muncul produk-produk yang ilegal dan legal,” jelasnya.

Disamping itu, selain melakukan sosialisasi upaya yang dilakukan dalam pengawasan terhadap peredaran obat dan jamu serta kosmetik ilegal. Pihaknya juga melakukan swiping ke setiap toko obat atau apotik yang ada di Kabupaten Mura. “Jika memang ada yang berkedapatan, maka langsung kita sita dan kita berikan tindakan kepada pelakunya. Terlepas dari itu, kami meminta kepada masyarakat untuk teliti sebelum membeli dan menjadi pembeli yang cerdas,” tutupnya. (*)

Comment

News Feed